Saturday, 23 January 2010

Gempa Bumi dan Implikasinya pada Bangunan Lepas Pantai


A. PENDAHULUAN

Bumi tempat kita tinggal berbentuk bulat seperti bola, namun rata pada kutub-kutubnya. Bumi memiliki jari-jari khatulistiwa sepanjang 6.378 km dan jari-jari kutub sepanjang 6.356 km. Lebih dari 70 % permukaan bumi diliputi oleh lautan yang kaya akan sumber daya alam.

Negara Indonesia, secara geografis terletak di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, serta terletak antara dua Samudra, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Keadaan ini menjadikan Indonesia dikatakan terletak pada posisi silang yang sangat menguntungkan bagi perekonomian negara karena merupakan salah satu jalur perdagangan internasional.

Di sisi lain, Indonesia juga terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik. Lempeng-lempeng bumi tersebut saling bergerak secara aktif yang sehingga saling menyebabkan tekanan, tarikan, dan gesekan antar lempeng. Hal tersebut menyebabkan Indonesia rawan akan bencana gempa bumi.


B. PENGERTIAN GEMPA BUMI

Gempa bumi adalah getaran yang terjadi permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Bumi memiliki struktur dalam yang hampir sama dengan telur. Kuning telurnya adalah inti, putih telurnya adalah selubung, dan cangkang telurnya adalah kerak.

Berdasarkan penyusunnya, lapisan bumi terbagi atas litosfer, astenosfer, dan mesosfer. Litosfer adalah lapisan paling luar bumi dengan tebal kira-kira 100 km dan terdiri dari kerak bumi dan bagian atas selubung. Litosfer memiliki kemampuan menahan beban permukaan yang luas misalkan gunungapi. Litosfer bersuhu dingin dan kaku. Di bawah litosfer pada kedalaman kira-kira 700 km terdapat astenosfer.

Astenosfer hampir berada dalam titik leburnya dan karena itubersifat seperti fluida. Astenosfer mengalir akibat tekanan yang terjadi sepanjang waktu. Lapisan berikutnya disebut mesosfer. Mesosfer lebih kaku dibandingkan astenosfer namun lebih kental dibandingkan litosfer. Mesosfer terdiri dari sebagian besar selubung hingga inti bumi.


C. PENYEBAB GEMPA BUMI

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi.

Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.

Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi. Contohnya pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.

Wilayah Indonesia terletak di antara tiga lempeng bumi yang aktif, yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Eurasia. Lempeng aktif artinya lempeng tersebut selalu bergerak dan saling berinteraksi. Lempeng Pasifik bergerak relatif ke barat, Lempeng Indo-Australia bergerak relatif ke utara, dan Lempeng Eurasia bergerak relatif ke tenggara. Ketiga lapisan utama ini berbeda-beda jenis material penyusunnya sehingga berpengaruh kepada sifat fisiknya, antara lain memengaruhi kecepatan gelombang yang merambat di dalam setiap lapisan.

Dari teori Tektonik Lempeng, seluruhnya ada delapan lempeng. Selain ketiga lempeng di atas, lima lempeng lainnya adalah Lempeng Amerika Utara, Lempeng Amerika Selatan, Lempeng Afrika, Lempeng Antartika, dan Lempeng Nazca.

Kerak bumi memiliki ketebalan yang variatif antara 10 kilometer dan 50 km (ada juga yang menyebutkan antara 5 km dan 70 km). Di setiap lokasi berbeda ketebalannya. Sementara kerak samudra memiliki ketebalan variatif yang lebih tipis dari pada kerak bumi, yaitu 10-12 km.

Di dalam lapisan selimut bumi tersebut terdapat lapisan yang disebut astenosfer (asthenosphere) yang bersifat cair kental dengan suhu ribuan derajat Celsius. Magma yang sering kita bicarakan jika kita membicarakan Gunung Merapi terbentuk di lapisan ini.

Lempeng-lempeng bumi ini bergerak mengambang di atas cairan kental dan panas tadi sehingga selalu berinteraksi satu sama lain. Kecepatan gerak lempeng-lempeng ini antara 1 cm dan 13 cm per tahun dengan arah tertentu untuk setiap lempeng.

Pertemuan antarlempeng bisa berupa subduksi (penunjaman), seperti antara Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke Lempeng Eurasia, atau saling tarik-menarik (divergensi), atau saling geser. Daerah penunjaman antardua lempeng itu disebut sebagai zona subduksi. Daerah batas antarlempeng ditandai dengan adanya palung (trench), punggungan samudra (deretan gunung di laut), dan pegunungan yang sejajar pantai, seperti Pegunungan Bukit Barisan di Sumatera. Daerah yang berdekatan dengan daerah pertemuan dua lempeng, seperti zona subduksi, termasuk daerah rawan bencana gempa bumi.

Di Indonesia sudah diplot daerah-daerah rawan bencana gempa bumi merusak dari Katalog Gempa Bumi Merusak di Indonesia yang disusun Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan data gempa bumi sejak 3 November 1756. Daerah rawan gempa ini sesuai dengan jalur zona subduksi, yaitu di sebelah barat Pulau Sumatera, selatan Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Adapun Pulau Kalimantan bisa dikatakan relatif aman karena jaraknya agak jauh dari daerah pertemuan antarlempeng.

Di daerah pertemuan antarlempeng pada waktu tertentu akan terjadi penumpukan energi akibat tekanan antarlempeng yang mengakibatkan instabilitas. Karena batuan pada daerah tersebut tidak mampu lagi menahan tekanan, batuan tersebut patah sambil melepaskan energi.

Energi itu menjalar di permukaan bumi dengan gelombang vertikal dan horizontal yang menggoyangkan semua yang ada di permukaan bumi. Maka, bangunan-bangunan pun roboh dan korban-korban pun berjatuhan.


D. TIPE GEMPA BUMI

Berdasarkan penyebabnya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu:

1. Gempa Bumi Tektonik

Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pelepasan tenaga yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik.

Teori dari tektonik plate (plat tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

Gempa bumi tektonik memang unik. Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa tektonik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB.

2. Gempa Bumi Vulkanik

Gempa bumi gunung berapi terjadi berdekatan dengan gunung berapi dan mempunyai bentuk keretakan memanjang yang sama dengan gempa bumi tektonik. Gempa bumi gunung berapi disebabkan oleh pergerakan magma ke atas dalam gunung berapi, di mana geseran pada batu-batuan menghasilkan gempa bumi.

Ketika magma bergerak ke permukaan gunung berapi, ia bergerak dan memecahkan batu-batuan serta mengakibatkan getaran berkepanjangan yang dapat bertahan dari beberapa jam hingga beberapa hari.

Gempa bumi gunung berapi terjadi di kawasan yang berdekatan dengan gunung berapi, seperti Pergunungan Cascade di barat Laut Pasifik, Jepang, Dataran Tinggi Islandia, and titik merah gunung berapi seperti Hawaii.


E. INTENSITAS DAN KEKUATAN GEMPA BUMI

Intensitas gempabumi adalah tingkat kerusakan yang terasa pada lokasi terjadinya. Angkanya ditentukan dengan menilai kerusakan yang dihasilkannya, pengaruhnya pada benda-benda, bangunan, dan tanah, dan akibatnya pada orang-orang. Skala ini disebut MMI (Modified Mercalli Intensity) diperkenalkan oleh Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. Magnituda adalah parameter gempa yang diukur berdasarkan yang terjadi pada daerah tertentu, akibat goncangan gempa pada sumbernya. Satuan yang digunakan adalah Skala Richter. Skala ini diperkenalkan oleh Charles F. Richter tahun 1934. Sebagai contoh, gempabumi dengan kekuatan 8 Skala Richter setara kekuatan bahan peledak TNT seberat 1 gigaton atau 1 milyar ton.


F. TSUNAMI

Gempa bumi yang terjadi di lepas pantai berpotensi untuk menimbulkan tsunami. Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti ombak pelabuhan, yang dapat diartikan sebagai ombak besar yang dapat merusak bangunan di tepi pantai.

Tsunami dapat ditimbulkan oleh pergeseran vertikal lempeng bumi (subduksi) di bawah dasar laut dalam dan longsoran raksasa dari batuan tebing di dasar laut yang dipicu oleh gempa dan letusan gunung berapi di laut. Sebagian besar tsunami yang terjadi di dunia sebagian besar disebabkan oleh subduksi lempeng bumi di bawah dasar laut dalam yang berkaitan dengan gempa bumi tektonik.

Tsunami diawali dengan perubahan dasar laut secara mendadak diikuti dengan perubahan tempat massa air laut secara mendadak, yang dapat menimbulkan gelombang air laut yang sangat panjang (dapat mencapai 800 km) dengan periode gelombang yang lama, dalam waktu 60 menit. Gelombang tsunami menjalar dengan kecepatan yang sangt tinggi sampai 800 km/jam secara frontal dan tegak lurus terhadap bidang patahan lempeng. Gelombang tsunami yang mencapai pantai dapat berubah menjadi gelombang yang sangat tinggi sampai 30 meter di atas elevasi air pasang normal tertinggi.

Deteksi pertama terjadinya tsunami adalah begitu terasa ada getaran gempa disusul dengan turunnya muka iar sehingga garis pantai bergasar secara tiba-tiba ke arah laut dalam ratusan meter. Kemudian dengan tiba-tiba, dalam hitungan menit terjadi gelombang raksasa menerjang pantai sampai jauh ke daratan.

Geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada lempeng bumi yang labil, memiliki pantai terpanjang kedua di dunia. Lempeng bumi yang labil di sisi barat Sumatra, di selatan Jawa ke timur Indonesia dan berputar ke utara melalui Nusa Tenggara, Maluku, dan diteruskan ke Sulawesi. Lempeng bumi yang labil ini mempunyai potensi besar menyebabkan gempa bumi pada dasar laut dalam yang memungkinkan terjadinya bencana tsunami. Potensi tersebut menjadi lebih besar lagi karena sebagian besar pusat gempa bumi tektonik terletak di bawah dasar laut dalam yang posisinya relatif dekat dengan pantai, terutama pantai barat Sumatra dan pantai selatan Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, dan Sulawesi.

Sejak tahun 1990 tercatat sebanyak sepuluh kali tsunami yang terjadi di pantai-pantai Indonesia. Di Indonesia, peristiwa tsunami terjadi di Maumere, Flores (Desember 1992), kemudian di Halmahera (Januari 1994), dan Banyuwangi (juni 1994) yang merusak beberapa desa pantai dan menelan korban lebih dari 100 orang.

Kedahsyatan bencana yang diakibatkan oleh tsunami yang disebabkan oleh adanya gempa pada dasar laut akibat gempa vulkanik letusan Gunung Krakatau (1883) menewaskan lebih dari 36.000 orang. Sedangkan tsunami yang disebabkan oleh gempa tektonik di bawah dasar laut dalam terjadi pada penghujung tahun 2004 di Aceh dan Sumatra Utara dengan magnitude gempa sebesar 8,9 skala richter dan menelan korban meninggal puluhan ribu orang.


G. IMPLIKASI GEMPA BUMI PADA BANGUNAN LEPAS PANTAI

Gempa bumi yang terjadi di dunia tentu saja akan memberikan akibat atau implikasi terhadap industri kelautan, terutama gempa bumi yang terjadi di lepas pantai. Gempa bumi yang dengan pusat gempa di lepas pantai dapat merusak bangunan lepas pantai yang ada di sekitarnya. Selain dapat menimbulkan kerugian yang besar karena terhambatnya proses peroduksi, hal tersebut juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.

Gempa bumi di lepas pantai bukannya tidak mungkin akan merusak pipa-pipa pengeboran dan saluran minyak mentah milik suatu bangunan lepas pantai atau platform. Rusaknya pipa saluran minyak mentah tersebut dapat diperparah dengan adanya tekanan arus dan gelombang laut yang besar sehingga dapat menimbulkan kepatahan. Dengan patahnya pipa saluran minyak mentah, maka seluruh minyak akan terkandung dalam suatu lokasi pengeboran bukan tidak mungkin akan menyembur keluar sehingga akan menyebabkan semburan minyak mentah. Tentu saja hal ini akan mengakibatkan pencemaran lingkungan laut oleh minyak mentah yang dapat membunuh habitat laut. Begitu pula dari segi ekonomi, semburan minyak mentah dapat mengurangi sumber daya alam dari suatu daerah. Hal tersebut dapat menimbulkan kerugian yang besar.

Menulis Merupakan Metode Mendidik Diri

Menulis tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Mencatat apa yang dikatakan dosen pada saat kuliah merupakan perilaku yang berguna. Hal ini membuat kita ingat akan apa yang dikatakan dosen ketika membaca catatan tersebut. Setiap hari seorang jurnalis menyusun berita untuk diterbitakan di surat kabar di mana ia bekerja. Hal yang dilakukan oleh jurnalis tersebut dapat menambah wawasan para pembaca surat kabar. Tapi tahukah Anda bahwa menulis merupakan salah satu metode untuk mendidik diri?



Dengan menulis, maka kita dapat menerapkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan jujur. Menulis tidaklah bisa dilakukan dengan sembarangan. Harus ada sikap disiplin dalam menulis, alam hal ini disiplin dalam menggunakan aturan-aturan yang berlaku sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Dalam menulis, kita harus benar-benar menguasai fungsi tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan lain sebagainya. Hal ini dapat mendidik diri agar kita dapat disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang jurnalis selalu menulis berita berdasarkan fakta dengan jumlah opini yang lebih sedikit. Dalam penulisan sebuah berita, seorang jurnalis harus mengetahui dan memahami serta mengamalkan kode etik jurnalistik. Sebuah berita tidak dapat ditulis sembarangan, dan seorang jurnalis harus dapat mempertanggungjawabkan hasil tulisannya kepada masyarakat. Dengan demikian, menulis juga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab kita akan apa yang telah kita tulis.

Dalam menulis, kita juga diharapkan untuk jujur. Jujur dalam menulis berarti apa yang kita tulis harus sesuai dengan apa yang terjadi, tanpa ada pengurangan maupun penambahan walaupun hanya sedikit. Kejujuran dalam menulis sangat penting karena penulisan sebuah artikel atau berita, kita diharapkan menyajikan fakta mengenai apa yang telah terjadi. Selain itu, apa yang kita tulis juga akan mempengaruhi citra dan martabat seseorang yang ada dalam tulisan kita.

Menulis merupakan cara terbaik untuk menjadi diri sendiri. Dengan menulis, kita dapat mengungkapkan apa yang kita inginkan, apa yang menjadi isi hati, tanpa harus malu kepada orang lain. Menulis juga menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Pernahkan Anda menulis jurnal kehidupan mengenai apa-apa saja yang telah terjadi pada hidup Anda setiap harinya? Dengan menulis jurnal, secara tidak langsung Anda telah menjadi orang yang lebih baik. Dengan menulis jurnal, Anda berupaya untuk menjadikan hari esok lebih baik daripada hari ini, dan hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Apabila hal tersebut terjadi secara konstan, maka niscaya Anda akan menjdi pribadi yang lebih baik.

Jangan Anda kira menulis novel atau cerita pendek hanya sebuah hobi atau kegemaran dan hanya untuk menghibur pembaca. Menurut saya, seorang penulis novel adalah orang yang telah mengerti suatu hal yang bernama kehidupan. Seorang novelis adalah seseorang yang memahami kehidupan. Lihat apa yang mereka ciptakan! Novel dengan berbagai pilihan, keputusan, solusi, nasehat, dan pesan di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menulis, kita dapat belajar memahami kehidupan kita.

Menulis juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengembangkan diri. Dengan menulis, kita dapat menggali potensi diri untuk mengetahui sejauh mana kemampuan kita, baik pengetahuan maupun kedewasaan kita dalam memandang suatu permasalahan dan memberikan solusi yang baik untuk memecahkan permasalahn tersebut. Hal ini dapat tercermin dari pembuatan karya tulis ilmiah. Dalam pembuatan karya tulis ilmiah, diperlukan pemikiran kritis dan tajam untuk memberikan solusi yang kreatif terhadap suatu permasalahan.

Dengan begitu banyaknya manfaat yang kita dapat kita raih denga menulis, maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk malas menulis. Menulis itu mudah! Lihatlah suatu masalah dari satu sisi, pikirkan suatu pemikiran kritis mengenai masalah tersebut, dan mulailah menulis!

Friday, 6 November 2009

10 Penyakit Mental Manusia

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2007/04_01/stressDM0904_228x351.jpg


1. Menyalahkan orang lain
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan.
Primitif. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah: "Siapa nih yang nyantet?" Selalu "siapa", Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh, "Adik tuh yang salah", atau, "Mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. Menyalahkan diri sendiri
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan mengakui kesalahan. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat, dan sebagainya, Lha, saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha, saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".

Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang, "Saya kok yang memang salah, tidak mampu, dan sebagainya". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. Tidak punya goal atau cita-cita
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini: Ada anjing jago lari yang sombong. "Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya". Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang, “Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah, lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. Mempunyai "goal", tapi ngawur mencapainya
Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya, "Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan".

5. Mengambil jalan pintas (shortcut)
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smash 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

6. Mengambil jalan terlalu panjang, terlalu santai
Analoginya begini: Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha, kalau jalannya runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan?

7. Mengabaikan hal-hal kecil
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. Terlalu cepat menyerah
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. Bayang-bayang masa lalu
Wah, puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik? Nggak ada kan? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. Menghipnotis diri dengan kesuksesan semu
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan, "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

Sumber: http://kutuberas.blogspot.com/2009/10/10-penyakit-mental-manusia.html

Thursday, 5 November 2009

4 Tipe Teman yang Baik



Teman adalah tempat seseorang berbagi suka dan duka. Sebaik-baiknya teman haruslah membawa dampak positif pada diri seseorang. Jika ingin mengetahui termasuk tipe orang seperti apakah kita, lihatlah teman di sekeliling Anda. Ada 4 jenis teman yang patut Anda miliki.

Seperti dikutip dari Huffington Post, Robert Wicks, seorang profesor psikologi sekaligus pengarang buku Living the Resilient Life mengatakan ada 4 jenis teman yang patutkita cari dan masuk dalam siklus hidup manusia, yang tentunya akan membuat hidup lebih bahagia dan berkualitas.

1. Tipe pengkritik
Teman dengan tipe jenis ini akan selalu mengingatkan ketika kita melakukan kesalahan. Tanpa diminta pun, ia akan selalu mengkritik kita bila melakukan sesuatu hal yang menyimpang. Tipe ini sangat baik untuk mengingatkan kita pada jalan yang benar, meskipun terkadang menyakitkan mendengar kritiknya yang agak pedas.

2. Tipe pendukung
Anda yang memiliki teman seperti ini sangat beruntung, karena teman tipe ini akan selalu mendukung apa yang Anda lakukan dan ikut bahagia dengan kesuksesan Anda. Anda akan selalu merasa semangat dan termotivasi bila berada dekat-dekat dengannya.

3. Tipe penggembira
Mungkin tipe seperti ini yang lebih banyak disukai. Teman dengan tipe penggembira akan selalu membuat Anda ceria kembali di saat sedih dan berduka. rasanya tidak lengkap jika berkumpul tapi tidak ada teman Anda yang satu ini. Di saat Anda frustasi dan depresi, teman tipe inilah yang lebih banyak membuat Anda tertawa.

4. Tipe pembimbing
Anda akan merasa lebih bahagia ketika memiliki teman tipe ini. Berada di sekitarnya akan membuat Anda merasa tenang dan damai. Ia pun akan selalu memberi masukan dan nasihat yang berguna dikala Anda membutuhkannya. Rasanya hidup Anda menjadi terarah karena ada teman yang memberi masukan penting untuk hidup Anda.

Jika Anda belum memiliki teman-teman seperti di atas, sebaiknya mulailah mencari karena saling berbagi karena teman yang seimbang akan membuat hidupAnda lebih seimbang. Anda pun bisa terhindar dari penyakit stres dengan saling berbagi dengan mereka.

Sumber: http://woamu.blogspot.com/2009/10/4-tipe-teman-yang-baik.html

Sunday, 1 November 2009

Alat Dan Metode Penyiksaan Tempoe Doeloe

1. Scold’s bridle



Dipasang di kepala buat ngehukum para kaum wanita yang kebanyakan ngoceh. Dengan make ni alat, nggak bakal bisa ngomong apa-apa.

2. breaking wheel


Orang yang dihukum diiket di roda, trus dicambuk, di palu, diseret, diputer-puterin, dll ampe tu orang mabok ato nggak mati


3.iron maiden


Ni baru cara penyiksaan paling parah, orang dimasukin kedalam alat mirip sacrophagus yang di sisinya ada duri-duri dari besi. Duri-duri tersebut dirancang biar nggak mengenai organ vital, jadi pas tu pintunya ditutup, orang nggak bakal langsung mati, tapi bakal tersiksa perlahan-lahan sampe mati. Selama disiksa, orang yang dihukum diintrograsi sampai dia mati.


4.judas chair


cewe ato cowo diposisin en diiket diatas kursi yang berbentuk piramid. Ujung dari piramid itu dimasukin ke lubang anus ato vagina cewe sampe melar, ada juga yang langsung nggak pake lama ditancepin biar yang disiksa kesakitan.

5.Pillory


Orang yang dihukum dipasang papan kayu di bagian kepalanya dan kakinya, sehingga mereka tidak bisa berkutik dan harus tetap dalam posisi tegak.

6.rack


Orang yang dihukum diiket di sebuah rak kayu. Rak kayu tersebut memiliki roler yang ada di ujung-ujung rak kayu yang bisa diputer menyebabkan iketan tali semakin kuat. Semakin diputer, tubuh orang yang diiket semakin ketarik sehingga menyebabkan sendi-sendi tulangnya hampir putus, malah bisa sampe putus.

7.stocks


Mirip sama pillory cuma lebih “manusiawi”, hanya bagian kepala dan tangan saja yang dipasang di papan kayu, jadinya masih agak bebas dikit.

8.spiked chair



Seperti namanya, kursi yang dikasih tusukan-tusukan dari besi, jadi yang dihukum disuruh duduk en diiket biar nggak bisa kemana-mana, dijamin langsung ngocor dah sana-sini sekali duduk.



http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2009/05/alat-dan-metode-penyiksaan-tempoe.html

Laut Dalam Yang Misterius

Lautan merupakan habitat terbesar di bumi. Dibalik selubung kebiruannya, masih tersimpan banyak rahasia yang belum terungkap. Hingga kini sebagian besar kehidupan di laut dalam belum benar-benar diketahui.

Secara umum, wilayah perairan laut yang luas ini dikelompokkan dalam lima bagian. Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, Samudra India, Laut Selatan, dan Laut Arktika. Karena itu tipelogi kehidupan laut berdasarkan pembagian areanya dikelompokkan dalam lima bagian ini.

http://oceanexplorer.noaa.gov/explorations/04deepscope/background/deeplight/media/fig3b_600.jpg

Terlepas dari klasifikasi, menelusuri kehidupan di lautan memang tak kalah menarik dibanding kehidupan di daratan. Bahkan kehidupan di lautan lebih kompleks, lebih variatif, dan lebih tertutup. Dari wilayah pantai, lautan dangkal, selat, teluk, sampai lautan dalam, samudra luas, bahkan palung-palung laut.

http://andyan.files.wordpress.com/2008/10/1_australianewspecies_461.jpg

Struktur lantai lautan juga bergunung-gunung, berlembah, dan berpalung. Semuanya punya sistem kehidupan sendiri-sendiri yang sangat variatif dan beragam. Tergantung tingkat kedalaman air, kemampuan sinar matahari menembus laut, suhu, iklim, dan arus air.

Zona Laut
Paul Bennet dalam The Natural World – Under The Ocean, memaparkan bahwa para ilmuwan telah membagi lautan menjadi lapisan atau zona yang jelas. Ada kawasan yang disebut perairan dangkal, zona twilight, lautan dalam.

Bagian laut yang terdekat dengan kehidupan daratan adalah perairan dangkal yaitu wilayah laut yang dekat dengan tepi pantai. Zona ini mendapat limpahan cahaya matahari yang berkecukupan. Kehidupan di zona ini sangat beragam dan tempat yang paling disukai ikan-ikan yang kita kenal.

http://www.fotografer.net/images/artikel/upload/ek4.jpg

Setelah perairan dangkal zona berikutnya adalah zona twilight. Yaitu kawasan perairan yang masih bisa ditembus matahari walau tak “semewah” perairan dangkal. Zona ini bisa dikatakan batas jangkauan matahari mampu menembus lapisan lautan. Karena itu kehidupan di sini mulai sedikit, namun masih bisa ditinggali jenis-jenis bunga karang. Ikan berukuran besar juga suka berada di antara zona twilight ini atau mengapung di permukaan laut dalam.

Zonasi lautan yang paling gelap dan dingin adalah laut dalam (termasuk palung laut). Masih sedikit sekali yang diketahui tentang kehidupan di zona ini.

Gelap Pekat
Lautan dalam adalah zonasi yang paling misterius dan sangat tidak ramah. Suasanananya seram, gelap, pekat. Kegelapannya hampir serupa dengan lubang gua terdalam di bumi.

Kegelapan abadi di laut dalam terjadi karena sinar matahri tak bisa menembusnya. Cahaya “kehidupan” itu hanya bisa mencapai kedalaman 1.000 meter. Ini berpengaruh pula pada suhunya yang sangat dingin dan tekanan air yang luar biasa besar.

http://2.bp.blogspot.com/_-PVJxNB2trs/SHoeUPDlsTI/AAAAAAAAA24/wt2-6aSs3uo/s400/deiopea.jpg

Begitu pun, penelitian terakhir menunjukkan bahwa di zona ini pun masih juga dihuni mahluk hidup. Hewan-hewan laut dalam ini adalah mahluk istimewa yang punya adaptasi khusus dengan lingkungannya yang sangat ektrim dan keras.

Biasanya hewan-hewan laut dalam ini punya kemampuan mengeluarkan cahaya, warna-warni indah di kegelapan. Bentuk-bentuk hewan laut dalam ini juga sangat aneh dan tidak lazim seperti kehidupan di dua zonasi yang mendapat sinar mentari.

Beberapa spesies yang sudah dikenali dari lautan hitam yang dingin ini seperti ubur-ubur kaca, ikan pengail (angler fish), belut penelan, ikan tripod (tripod fish), ikan ekor tikus.


http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2009/05/laut-dalam-yang-misterius.html